Receh Banget – Jalan-jalan di Bandung itu punya sensasi sendiri.
Nggak harus ke luar negeri. Nggak harus naik pesawat. Bahkan kadang nggak harus punya uang banyak.
Cukup keluar rumah, naik motor, pakai jaket, lalu bilang ke pasangan:
“Hayu jalan-jalan, tapi jangan belanja.”
Kalimat yang biasanya cuma bertahan sampai ketemu tempat makan.
Bandung itu enaknya begitu.
Mau cari suasana sejuk, tinggal naik sedikit ke daerah atas. Mau lihat keramaian, turun ke kota. Mau ngopi, pilihannya bejibun. Mau kulineran, dari makanan tradisional sampai makanan yang namanya susah dibaca pun ada.
Yang paling menyenangkan, jalan-jalan di Bandung itu nggak selalu harus punya tujuan.
Kadang kita cuma muter-muter, lihat pemandangan, berhenti sebentar beli cilok, lanjut lagi. Sampai akhirnya sadar…
“Eh, dari tadi kita sebenarnya mau ke mana?”
Nggak tahu.
Tapi bahagia.
Karena mungkin yang kita cari dari jalan-jalan memang bukan tempat yang jauh.
Kita cuma butuh keluar sebentar dari rutinitas, melihat suasana berbeda, ngobrol tanpa terburu-buru, tertawa bareng orang tersayang, lalu pulang membawa cerita.
Bandung punya banyak tempat indah.
Tapi yang bikin perjalanan terasa nyaman bukan cuma tempatnya.
Teman perjalanannya juga.
Sebab sejauh apa pun kita pergi, kalau ditemani orang yang tepat, perjalanan sederhana pun bisa terasa istimewa.
Dan kalau kebetulan perjalanannya di Bandung?
Ya sudah… tinggal siapkan jaket, kendaraan, dan dompet yang pura-pura kuat.
Karena di Bandung, niatnya cuma jalan-jalan.
Pulang-pulang bawa makanan, foto 200 lembar, dan saldo yang tinggal kenangan.
Tapi nggak apa-apa.
Yang penting hati senang, badan sehat, dan besok masih bisa bilang: “Hayu jalan-jalan deui!”***

