RECEHBANGET.NET – Siapa bilang untuk bisa tampil di panggung internasional harus tinggal di kota besar, punya kamera mahal, atau punya studio secanggih NASA?
Rijal Maulana, pemuda asal Purwakarta, justru membuktikan sebaliknya. Berangkat dari daerah dan mengandalkan kreativitas, ia berhasil membawa namanya hingga ke panggung internasional melalui ajang “CapCut World” di Singapura.
Rijal tercatat sebagai Kontributor Resmi CapCut sekaligus menjadi salah satu perwakilan kreator lokal dalam ajang internasional tersebut yang berlangsung pada 4-6 September 2026 di Singapura.
Bagi Rijal, pencapaian ini bukan sekadar jalan-jalan ke luar negeri. Ada proses panjang di belakangnya.
Ia merupakan salah satu alumni program One Village One YouTuber (OVOY) dari GetI Incubator pada 2023. Program tersebut mendorong anak muda desa untuk berani memanfaatkan teknologi, mengasah kemampuan membuat konten, sekaligus membuka peluang agar cerita dari daerah bisa dikenal lebih luas.
Dari Desa, Ceritanya Bisa Mendunia
Perjalanan Rijal sekaligus membantah anggapan bahwa kreator daerah selalu kalah modal dengan kreator kota.
Menurutnya, daerah justru punya “senjata” yang tidak selalu dimiliki tempat lain: budaya, cerita lokal, tempat unik, dan sudut pandang yang berbeda.
Jadi, kalau ada yang bilang konten dari desa kurang menarik, mungkin masalahnya bukan desanya. Bisa jadi cara ceritanya yang belum ketemu.
Rijal percaya, selama dikemas dengan kreativitas dan konsistensi, cerita lokal pun bisa memiliki penonton global.
AI Boleh Canggih, Tapi Ide Tetap Punya Manusia
Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, Rijal juga melihat dunia kreator semakin berubah.
Konten hari ini bukan lagi sekadar soal bisa mengedit video. AI, kreativitas, dan storytelling kini saling terhubung.
“Kini AI, kreativitas, dan storytelling semakin terhubung. AI bisa membantu mempercepat proses editing dan produksi konten. Tapi ide, rasa, karakter, dan cerita tetap datang dari manusia,” kata Rijal kepada awak media, Selasa (8/9/2026).
Dengan kata lain, AI boleh bantu kerja, tetapi jangan sampai manusianya malah ikut-ikutan jadi robot.
Jangan Tunggu Alat Mahal
Rijal juga punya pesan sederhana untuk para kreator pemula.
Jangan menunggu punya kamera mahal, komputer supercanggih, atau studio keren untuk mulai berkarya. Manfaatkan dulu apa yang ada.
Yang paling penting adalah terus belajar storytelling, editing, teknologi AI, dan tentu saja menjaga konsistensi.
Sebab, menurut Rijal, tidak ada yang tahu sejauh apa sebuah karya bisa membawa pembuatnya.
“Siapa tahu, video yang hari ini kamu buat dari desa, besok membawamu ke panggung dunia,” ujarnya.
Perjalanan Rijal Maulana dari Purwakarta menuju CapCut World Singapura 2026 menjadi bukti bahwa karya dari daerah tidak harus minder untuk bersaing.
Karena pada akhirnya, yang bikin konten dilihat dunia bukan alamat rumah pembuatnya, tetapi cerita yang berhasil membuat orang berhenti scroll.
Dan Rijal sudah membuktikannya.***

