Close Menu
  • Home
  • Biar Tahu
  • Campuran
  • Coretan
  • Jalan & Jajan
  • Kenalin Nih
  • Kabar Terbaru
Terbaru

Umur 30 Tahun Pengen Bebas Finansial, Saldo Masih Suka Hilang Misterius

11 Oktober 2026

Tutorial Hidup di Indonesia: Tidak Perlu Kaya, yang Penting Punya Akal

8 Oktober 2026

Hidup di Indonesia Itu Mudah, Asal Jangan Banyak Tanya

7 Oktober 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Receh BangetReceh Banget
  • Home
  • Biar Tahu
  • Campuran
  • Coretan
  • Jalan & Jajan
  • Kenalin Nih
  • Kabar Terbaru
Receh BangetReceh Banget
Home»Jalan & Jajan»Kerupuk Direbus? Hanya Bandung yang Bisa Membuat Ini Terasa Masuk Akal
Jalan & Jajan

Kerupuk Direbus? Hanya Bandung yang Bisa Membuat Ini Terasa Masuk Akal

RedaksiBy Redaksi11 September 2026

Receh Banget – Kenapa Warga Bandung Suka Banget Sama Kerupuk Direbus alias Seblak?

Ada satu hal yang sampai hari ini mungkin masih membingungkan umat manusia: kenapa orang Bandung tega merebus kerupuk?

Kerupuk yang seharusnya punya tugas mulia sebagai makanan renyah, kriuk-kriuk, teman nasi, malah dicemplungkan ke air, direbus sampai lembek, lalu dicampur cabai, bawang, telur, ceker, tulang, bakso, sampai segala macam benda yang secara administratif sudah tidak jelas lagi namanya.

Namanya seblak.

Bagi sebagian orang, seblak mungkin terlihat seperti kerupuk yang sedang mengalami krisis identitas.

Tapi bagi warga Bandung, ini bukan sekadar makanan. Ini adalah jalan hidup.

Bayangkeun, kerupuk yang tadinya punya cita-cita menjadi renyah, tiba-tiba harus berakhir lembek karena keputusan hidup orang Bandung.

“Maaf, aku nggak bisa jadi kerupuk biasa.”

“Kenapa?”

“Aku ingin menjadi seblak.”

Begitulah kira-kira.

Yang lebih luar biasa, tingkat kepedasan seblak juga kadang sudah tidak manusiawi. Ada yang level satu, dua, tiga. Lalu ada yang bilang, “Mang, pedasnya biasa aja.”

Lima menit kemudian mukanya merah, hidung berair, keringat bercucuran, tapi masih bilang, “Enak, Mang.”

Itu bukan makan. Itu ujian keimanan..Anehnya lagi, setelah kepedesan, bukannya kapok, besoknya beli lagi.

“Kapok?”

“Teu.”

“Terus kenapa beli lagi?”

“Da ngeunah.”

Nah, ini yang susah dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

Mungkin karena seblak punya kemampuan luar biasa mengubah penderitaan menjadi kenikmatan.

Pedasnya bikin nangis, tapi nagih. Kuahnya panas, tapi dicari. Kerupuknya lembek, tapi dibela. Ceker susah dimakan, tapi tetap dipesan.

Seblak adalah bukti bahwa manusia Bandung punya prinsip hidup yang cukup unik: kalau sesuatu bisa dibuat lebih rumit, kenapa harus dibuat sederhana?

Kerupuk saja tidak cukup. Harus direbus.

Makan kerupuk saja tidak cukup. Harus dicampur ini-itu.

Pedas saja tidak cukup. Harus sampai keringetan.

Dan setelah semuanya selesai, bilang, “Hayu deui.”

Mungkin sebenarnya seblak bukan makanan.

Seblak adalah representasi kehidupan warga Bandung.

Dingin kotanya, panas makanannya.

Jalannya macet, tapi tetap berangkat.

Hujan turun, tetap nongkrong.

Dompet menipis, tetap ngopi.

Dan ketika hidup sedang tidak baik-baik saja, solusinya kadang sederhana: duduk, makan seblak, lalu bilang, “Nya geus, engké dipikirkeun.”

Karena hidup memang tidak selalu harus kriuk-kriuk.

Kadang harus lembek dulu supaya tahu rasanya bertahan.

Dan kalau akhirnya kepedesan?

Ya tinggal minum.***

Bandung Seblak
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBandung Dingin, Tapi Kenapa Panas? Kota Sejuk, Isi Kepala Berasap
Next Article Betah Kuliah di Bandung? Jangan-Jangan Bukan Karena Kuliahnya…

Related Posts

Jalan & Jajan

Jalan-Jalan ke Garut: Alamnya Indah, Pulangnya Bawa Kerupuk

15 September 2026
Jalan & Jajan

Purwakarta Itu Aneh: Baru Jalan Sebentar, Kepala Sudah Ikut Libur

14 September 2026
Jalan & Jajan

Ngaliwet: Cara Sederhana Bikin Tetangga Akrab Tanpa Harus Saling Follow

14 September 2026
Add A Comment
Leave A Reply

Terpopuler

Umur 30 Tahun Pengen Bebas Finansial, Saldo Masih Suka Hilang Misterius

11 Oktober 2026

5 Quote Mark Manson Buat Kamu yang Butuh Tamparan, Bukan Motivasi

11 September 2026

KDM Unik, Salah Satu Alasan Doi Sering Digerumuti Nini-Nini

11 September 2026

Bandung Mengajarkan Sabar: Macetnya Tidak Berubah, yang Harus Berubah Kita

11 September 2026

5 Cara Hidup Stoik: Biar Hidup Nggak Gampang Ambyar

16 September 2026
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Home
  • TENTANG RECEH BANGET
© 2026 Recehbanget.net.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.