Receh Banget – Stoikisme mengajarkan satu hal penting: tidak semua hal berada dalam kendali kita.
Sayangnya manusia sering stres gara-gara sesuatu yang memang dari awal tidak bisa dikendalikan.
Macet disalahkan. Hujan disalahkan. Orang lain tidak membalas chat juga dipikirkan sampai tiga hari.
Supaya hidup sedikit lebih waras, ada lima cara sederhana yang bisa dicoba.
1. Bedakan mana yang bisa dikendalikan dan mana yang tidak
Kita bisa mengendalikan tindakan sendiri. Kita tidak bisa mengendalikan pendapat orang.
Kita bisa memilih mau bekerja atau tidak. Kita tidak bisa memaksa hasil sesuai keinginan.
Jadi jangan habiskan energi untuk sesuatu yang memang bukan wilayah kita.
2. Jangan terlalu bergantung pada pujian
Hari ini dipuji, senang. Besok dikritik, langsung mempertanyakan harga diri.
Kalau hidup bergantung pada komentar manusia, kita akan seperti sinyal Wi-Fi: naik turun terus.
Kerjakan yang menurut kita benar dan baik. Pujian boleh diterima, kritik boleh dipikirkan.
Tetapi jangan menyerahkan kendali hidup kepada mulut orang lain.
3. Terima bahwa hidup memang tidak selalu sesuai rencana
Kita boleh membuat rencana. Tetapi kehidupan punya rencana sendiri.
Kadang sudah disiapkan A, yang datang malah Z.
Di situlah kita belajar bahwa menerima kenyataan bukan berarti menyerah. Menerima adalah mengakui keadaan, lalu menentukan langkah berikutnya.
4. Jangan bereaksi terhadap semua hal
Tidak semua komentar harus dibalas.
Tidak semua masalah harus diladeni.
Tidak semua orang harus dijelaskan.
Kadang diam bukan karena kalah. Bisa jadi karena kita sadar energi lebih mahal daripada memenangkan debat di grup WhatsApp.
5. Fokus menjadi manusia yang lebih baik
Stoikisme bukan tentang menjadi manusia tanpa emosi.
Kita tetap boleh sedih, marah, kecewa dan takut.
Bedanya, emosi tidak dibiarkan menjadi sopir.
Kita boleh marah, tetapi tetap memilih tindakan yang benar.
Sebab hidup yang tenang bukan hidup tanpa masalah. Hidup tenang adalah ketika masalah datang, kita tidak ikut berubah menjadi masalah.
Itulah mungkin salah satu inti hidup stoik: tidak menguasai dunia, tetapi belajar menguasai diri sendiri.***

