Receh Banget – Kata siapa hidup di Indonesia susah? Sebenarnya gampang.
Bangun pagi, cari sarapan. Kalau tidak punya uang, bilang saja, “Nanti saya bayar.”
Biasanya penjual akan melihat muka kita selama tiga detik. Kalau mukanya masih kelihatan manusiawi, nasi uduk tetap dibungkus.
Begitulah Indonesia.
Negeri yang punya solusi untuk hampir semua persoalan, meskipun solusinya kadang tidak tercantum dalam buku panduan.
Mau punya kendaraan tapi belum punya SIM? Ya jangan bawa kendaraan.
Kalau terpaksa bawa, jangan sampai ketemu polisi.
Sederhana.
Mau makan enak tapi uang tinggal Rp10 ribu? Banyak pilihan. Ada gorengan. Ada mi instan. Ada nasi dengan telur. Kalau keadaan sudah benar-benar kritis, ada kerupuk.
Kerupuk adalah bukti bahwa bangsa ini punya kemampuan bertahan hidup yang luar biasa.
Bahkan urusan pekerjaan juga sebenarnya mudah.
Punya ijazah? Cari kerja. Tidak punya pengalaman? Cari pengalaman.
Sudah punya pengalaman tapi susah dapat kerja? Buka usaha.
Tidak punya modal? Cari partner. Partner tidak punya modal juga? Ya sudah, kalian berdua punya pengalaman.
Indonesia memang mengajarkan satu hal penting, jangan terlalu banyak berpikir.
Karena kalau terlalu banyak berpikir, akhirnya tidak jadi melakukan apa-apa.
Mau pergi ke suatu tempat? Tinggal buka Google Maps. Kalau Google Maps bilang belok kiri, kita belok kiri.
Kalau ternyata masuk gang buntu, ya putar balik. Namanya juga perjalanan.
Urusan komunikasi juga gampang. Kalau tidak tahu harus bilang apa, tinggal bilang, “Insyaallah.”
Kalimat ini sangat fleksibel. Bisa berarti iya. Bisa berarti mungkin. Bisa berarti nanti. Bisa juga berarti saya sendiri belum tahu.
Hebatnya lagi, kehidupan sosial di Indonesia juga sangat sederhana.
Ketemu tetangga cukup dengan bertanya, “Mau ke mana?” Tidak perlu tahu jawabannya.
Itu hanya prosedur pembukaan percakapan. Kalau sudah akrab, pertanyaan meningkat menjadi, “Kerja di mana?”
Setelah itu, “Gajinya berapa?”
Kalau sudah menikah, pertanyaannya berubah menjadi, “Kapan punya anak?”
Dan kalau anak sudah punya satu, naik level lagi:
“Kapan nambah?”
Hidup di Indonesia memang mudah. Yang membuatnya terasa sulit mungkin bukan hidupnya. Kita saja yang terlalu serius menjalaninya.
Karena di negeri ini, masalah besar kadang selesai dengan ngobrol. Masalah kecil kadang jadi panjang gara-gara ngobrol. Dan masalah yang tidak ada pun bisa muncul setelah ngobrol.
Jadi kesimpulannya sederhana: Hidup di Indonesia itu mudah. Asal punya teman. Asal punya warung langganan. Asal punya Wi-Fi. Dan yang paling penting… Jangan terlalu banyak tanya.***

