Receh Banget – Kalau mau hidup nyaman di Indonesia, ternyata kita tidak harus kaya.
Yang penting punya akal. Bukan akal untuk macam-macam. Akal untuk bertahan hidup.
Misalnya soal makan. Tidak punya uang untuk makan di restoran Jangan ke restoran. Selesai. Pergi ke warteg.
Dengan uang yang sama, peluang kenyang jauh lebih besar.
Mau ngopi tapi harga kopi kekinian terasa seperti cicilan motor? Ngopi di warung. Rasanya mungkin tidak ada foam-nya. Tapi tetap bisa diminum.
Bahkan kalau mau lebih hemat, bikin kopi sendiri.
Masalahnya cuma satu, setelah punya kopi sendiri, kita malah buka marketplace.
Akhirnya beli gelas, grinder, timbangan, biji kopi, termos, dan entah apa lagi.
Niat hemat berubah menjadi proyek.
Begitulah manusia.
Indonesia juga menyediakan banyak fasilitas kehidupan yang sangat murah.
Angin gratis. Matahari gratis. Pemandangan langit gratis. Ngobrol dengan tetangga gratis. Masalahnya, yang gratis biasanya tidak kita syukuri.
Yang dicari justru yang paket premium.
Mau olahraga? Bisa jalan kaki. Gratis. Mau olahraga sambil nongkrong? Nah, itu sudah jadi gym.
Mau hiburan? Datang ke rumah teman. Tidak perlu Netflix. Cukup dengarkan cerita hidupnya. Biasanya lebih banyak plot twist.
Bahkan untuk mendapatkan berita terbaru, orang Indonesia tidak perlu membuka portal berita. Cukup duduk di depan rumah.
Lima menit kemudian tahu siapa yang baru menikah, siapa yang beli motor, siapa yang pindah kerja, dan siapa yang sedang punya masalah rumah tangga.
Informasinya lengkap. Sumbernya tidak jelas. Tapi cepat.
Indonesia juga punya kelebihan lain: Semua orang bisa jadi ahli. Ada pertandingan sepak bola? Semua jadi pelatih.
Ada pembangunan jalan? Semua jadi ahli konstruksi.
Harga emas naik? Semua jadi analis investasi.
Harga saham turun? Semua tiba-tiba paham ekonomi global.
Nilai Bitcoin jatuh? “Kan saya sudah bilang.” Padahal kemarin bilang beli.
Itulah kehidupan.
Tidak perlu sempurna. Tidak perlu selalu punya jawaban.
Kadang yang dibutuhkan hanya kemampuan untuk beradaptasi. Karena hidup di Indonesia memang penuh kejutan.
Hari ini kita punya rencana. Besok berubah. Pagi yakin. Siang ragu. Malam pasrah. Besoknya mulai lagi.
Dan anehnya, kita tetap bisa tertawa. Mungkin itu sebenarnya kekuatan terbesar orang Indonesia.
Bukan karena hidup selalu mudah. Tapi karena ketika hidup mulai sulit, kita masih bisa menemukan alasan untuk bercanda.
Jadi kalau mau membuat tutorial hidup di Indonesia, sebenarnya cuma perlu tiga langkah:
Punya akal. Punya teman. Punya humor.
Kalau tiga-tiganya ada, hidup belum tentu kaya. Tapi setidaknya tidak terlalu terasa miskin-miskin amat.***

