RECEHBANGET.NET – Ada sebuah misteri kehidupan yang membuat sebagian laki-laki mempertanyakan sistem keadilan dunia.
Kenapa cowok biasa bisa punya pacar cantik? Bukan cuma cantik. Kadang cantik banget.
Sementara cowoknya? Ya… Lumayanlah kalau lampu mati.
Ganteng tidak. Kaya tidak. Badan atletis juga tidak. Fashion paling aman: kaus, celana pendek, sandal. Tapi jalan gandengan sama perempuan cantik.
Kita yang melihat langsung bertanya dalam hati:
“Bro, tutorialnya di mana?”
Ada juga cowok yang mukanya biasa, motornya biasa, pekerjaannya biasa, penghasilannya juga belum luar biasa. Tapi istrinya cantik.
Sementara ada cowok yang sudah rajin gym, pakai parfum mahal, mobil ada, rambut ditata seperti mau wawancara CEO… masih pacaran sama harapan.
Kenapa? Karena ternyata hubungan manusia tidak menggunakan sistem ranking Mobile Legends.
Tidak ada: Ganteng 89% + Kaya 92% = Mythic.
Manusia lebih rumit daripada itu.
Perempuan tentu punya preferensi. Ada yang mempertimbangkan penampilan. Ada yang melihat kondisi ekonomi. Ada yang mencari pasangan mapan. Ada yang mengutamakan pendidikan, agama, keluarga, humor, kecocokan, karakter, atau visi hidup.
Jadi jangan juga membuat kesimpulan naif:
“Cewek nggak peduli duit.”
Ya peduli juga. Mau bayar kontrakan pakai tatapan penuh cinta? Tidak bisa.
Listrik tidak menerima transfer perasaan. Tapi duit juga bukan satu-satunya mata uang dalam hubungan.
Ada mata uang lain yang sering tidak kelihatan di foto Instagram: Kepercayaan. Rasa aman. Tanggung jawab. Kesetiaan. Kenyamanan. Komunikasi. Humor. Kedewasaan. Dan satu lagi yang mahal: Konsistensi.
Karena ganteng itu bisa bikin seseorang tertarik. Kaya bisa membuat hidup lebih nyaman. Tapi kalau setiap ada masalah langsung menghilang?
Ya…
Yang hilang bukan masalahnya. Cowoknya. Ada laki-laki yang secara fisik biasa saja, tapi kalau bicara membuat pasangannya merasa dihargai.
Dia tidak harus punya mobil mewah. Tapi ketika berjanji, dia datang.Tidak harus punya rekening miliaran. Tapi ketika punya uang, dia bertanggung jawab.
Tidak harus romantis setiap hari. Tapi ketika pasangannya sedang jatuh, dia tidak ikut mendorong.
Nah, ini yang tidak bisa dinilai dari foto profil. Netizen melihat muka. Pasangan melihat perilaku.
Netizen melihat motor. Pasangan melihat perjuangan. Netizen melihat gaji. Pasangan melihat tanggung jawab. Netizen bilang:
“Kok mau sama dia?”
Pasangannya mungkin berpikir:
“Karena cuma dia yang bikin aku merasa dihargai.”
Makanya ada pasangan yang kalau dilihat sekilas seperti tidak seimbang. Ceweknya cantik. Cowoknya biasa. Tapi setelah kita kenal, baru paham.
Yang satu mungkin punya wajah menarik. Yang satu punya hati yang bikin nyaman. Dan hubungan bukan lomba mencari pasangan yang paling enak dilihat orang.
Karena yang menjalani kehidupan rumah tangga bukan tetangga. Bukan followers. Bukan netizen. Mereka berdua. Netizen cuma komentator. Bayar cicilan juga tidak.
Maka jangan terlalu sibuk mencari pasangan berdasarkan penilaian orang lain. Karena yang harus tidur satu kasur dengan pasangan itu kamu. Bukan admin akun gosip.
Tapi ada satu hal yang harus digarisbawahi untuk para cowok yang membaca ini:
Jangan menjadikan “cewek nggak pandang muka dan duit” sebagai alasan untuk tidak berkembang.
Itu namanya salah memahami artikel lalu menggunakannya sebagai pembenaran.
Kalau belum kaya, usaha. Kalau belum ganteng, rawat diri. Kalau belum sukses, belajar. Kalau belum punya arah, cari. Kalau belum dewasa, jangan sok dewasa.
Kalau belum punya pasangan Jangan setiap malam menyalahkan algoritma Instagram.
Karena bisa jadi masalahnya bukan wajah. Bukan uang. Bukan tinggi badan. Bukan karena perempuan zaman sekarang terlalu pilih-pilih.
Bisa jadi… kamu belum menjadi orang yang menyenangkan untuk diajak menjalani hidup.
Nah, ini yang agak pedas.
Karena banyak laki-laki ingin mendapatkan perempuan berkualitas, tapi dirinya sendiri tidak mau meningkatkan kualitas.
Maunya pasangan cantik, pintar, setia, dewasa, pengertian, mandiri, humoris.
Dirinya? Bangun siang. Kerja malas. Emosi tidak stabil. Ngobrol cuma “lagi apa?”
Kalau ditanya masa depan jawab: “Lihat nanti.”
Lihat nanti itu bukan visi. Itu jadwal yang belum dibuat. Pada akhirnya, perempuan bukan satu jenis manusia dengan satu rumus.
Ada yang melihat fisik. Ada yang melihat finansial. Ada yang melihat karakter. Ada yang melihat semuanya.
Dan itu hak setiap orang. Begitu pula laki-laki. Kita semua punya standar. Tetapi dalam hubungan yang benar-benar bertahan, ada sesuatu yang biasanya lebih penting daripada sekadar membuat orang lain kagum: membuat satu sama lain merasa aman untuk menjadi manusia.
Karena ganteng bisa memudar. Uang bisa naik turun. Badan six-pack suatu hari bisa berubah menjadi six-month pack. Rambut juga punya masa pensiun.
Tapi karakter?
Kalau dibangun dengan baik, justru semakin mahal seiring waktu.
Jadi kalau kamu melihat cowok biasa punya istri cantik, jangan langsung bertanya:
“Dia punya apa?”
Coba tanyakan:
“Apa yang dia lakukan sampai istrinya memilih tetap bersamanya?”
Karena mungkin jawabannya tidak bisa difoto. Tidak bisa dipamerkan. Tidak bisa dicantumkan di bio Instagram. Tapi justru itulah yang membuat seseorang berharga.
Dan kalau kamu masih jomblo Tenang. Jangan panik. Jangan menyalahkan muka. Jangan menyalahkan duit. Jangan menyalahkan perempuan. Mungkin hidup sedang memberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum seseorang yang tepat datang.
Sambil menunggu?
Mandi.
Kerja.
Belajar.
Olahraga.
Perbaiki akhlak.
Perbaiki komunikasi.
Perbaiki penghasilan.
Dan kalau sudah merasa cukup siap… coba senyum dulu ke orang.
Jangan mukanya seperti sedang menagih utang negara.
Siapa tahu jodoh lewat.
Paling gitu ya Cu.***

